Gubernur Helmi Hasan Resmikan Jembatan Air Matan Seluma

Gubernur Helmi Hasan Meresmikan Jembatan Air Matan Seluma yang Sempat Rusak Parah, Jadi Kabar Gembira bagi Warga

Gubernur Helmi Hasan Meresmikan Jembatan Air Matan Seluma yang Sempat Rusak Parah, Jadi Kabar Gembira bagi Warga. Peresmian ini dilakukan pada Jumat, 6 Februari 2026, menandai tuntasnya pembangunan kembali jembatan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma dan Desa Rawa Indah. Infrastruktur ini selama bertahun‑tahun dinantikan warga karena perannya yang sangat penting dalam memperlancar arus mobilitas, perdagangan, hingga akses pendidikan dan layanan sosial di kawasan pesisir.

Gubernur Helmi Hasan hadir dalam peresmian jembatan baru yang menggantikan struktur lama di Seluma, yang sebelumnya rusak parah akibat abrasi laut dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dengan panjang sekitar 100 meter dan di bangun menggunakan anggaran sekitar Rp16 miliar dari dana hibah rehabilitasi pascabencana, proyek ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Provinsi Bengkulu. Kehadiran Gubernur Helmi juga dimeriahkan dengan penyerahan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat, menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan yang menyentuh kebutuhan riil warga.

Meningkatkan Akses dan Konektivitas Warga Pesisir Seluma

Meningkatkan Akses dan Konektivitas Warga Pesisir Seluma menjadi fokus utama dengan selesainya pembangunan Jembatan Air Matan. Proyek ini di harapkan membuka jalur transportasi yang lebih aman dan efisien. Warga bisa lebih mudah bergerak, distribusi kebutuhan pokok menjadi lancar, dan pelayanan pendidikan serta kesehatan meningkat di kawasan pesisir.

Jembatan Air Matan yang dulu sempat rusak kini berdiri kokoh kembali. Hal ini memberi harapan baru bagi masyarakat pesisir Seluma. Sebelum rekonstruksi di mulai pada Juli 2025, warga sering kesulitan saat musim hujan atau pasang tinggi karena jembatan rapuh dan membahayakan. Jembatan baru mempermudah perjalanan antar dua desa penting dan mempercepat distribusi kebutuhan pokok serta akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Dalam sambutannya usai peresmian, Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar fisik bangunan. Infrastruktur juga menjadi sarana membuka akses lebih luas bagi masyarakat. Konektivitas yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di daerah pesisir yang sebelumnya agak terisolasi. Helmi menekankan bahwa aspirasi masyarakat akan terus di perjuangkan, meski realisasinya di lakukan bertahap sesuai regulasi.

Gubernur Helmi juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur baru. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada fisik bangunan, tetapi juga pada kesadaran warga untuk merawat dan memanfaatkannya dengan bijak. Dengan demikian, jembatan ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi aset bersama yang mampu mendukung kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh warga pesisir Seluma.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan menjadi kunci agar Jembatan Air Matan memberi manfaat jangka panjang. Kolaborasi pemerintah provinsi dan warga memastikan pembangunan berjalan lancar. Hal ini juga menjamin perawatan dan keberlanjutan fasilitas. Dengan cara ini, dampak positif bisa di rasakan secara berkelanjutan.

Peran serta masyarakat menjadi sorotan penting dalam pemanfaatan jembatan. Gubernur Helmi mengajak warga menjaga dan merawat infrastruktur yang baru di bangun. Jembatan ini di sebutnya “aset bersama”. Keberlanjutannya bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Bupati Seluma, Teddy Rahman, menyampaikan apresiasi atas kerja keras pemerintah provinsi. Ia mengatakan manfaat jembatan bagi masyarakat sangat besar. Infrastruktur ini di harapkan memperkuat konektivitas desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Keberhasilan pembangunan ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan warga yang berdampak positif bagi kehidupan sehari-hari.

Pembangunan Jembatan Air Matan juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Akses transportasi yang lebih lancar membuat distribusi barang kebutuhan pokok lebih cepat. Layanan pendidikan dan kesehatan jadi lebih mudah di jangkau. Mobilitas masyarakat juga menjadi lebih aman. Semua keberhasilan ini tercapai berkat peran aktif masyarakat dan dukungan pemerintah provinsi, terutama perhatian dari Gubernur Helmi.